Nilai-Nilai Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara, Analisis Isu Kontemporer dan Kesiapsiagaan Bela Negara
- Wawasan Kebangsaan dan Nilai Bela Negara
Wawasan kebangsaan merupakan cara pandang bangsa Indonesia terhadap diri dan lingkungannya yang dilandasi oleh nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Namun, di era globalisasi dan digitalisasi, wawasan kebangsaan menghadapi tantangan serius, khususnya di kalangan generasi muda. Kemajuan teknologi informasi dan media sosial membawa arus budaya asing yang sangat cepat masuk ke Indonesia. menurunnya pemahaman dan penghayatan generasi muda terhadap nilai-nilai kebangsaan. Hal ini terlihat dari, lunturnya semangat gotong royong, serta meningkatnya konflik sosial berbasis perbedaan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) yang dipicu oleh informasi hoaks dan ujaran kebencian di ruang digital. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan peran aktif dari Pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk memperkuat wawasan kebangsaan bagi generasi muda, seperti pemanfaatan media digital, diskusi isu aktual, serta keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, keluarga juga memiliki peran penting dalam menanamkan nilai kebangsaan sejak dini.
- Analisis Isu Kotemporer
Di era digitalisasi bangsa Indonesia dihadapkan dengan adanya perubahan yang cepat. Sebagai CPNS harus bisa mengenali konsepsi perubahan dan perubahan lingkungan strategis untuk membangun kesadaran menyiapkan diri dan memiliki kemampuan berpikir kritis untuk mengidentifikasi dan menganalisis isu-isu kritikal melalui isu-isu startegis kontemporer yang dapat menjadi pemicu munculnya perubahan lingkungan strategis dan berdampak terhadap kinerja. Modul ini menekankan bahwa perubahan merupakan keniscayaan akibat globalisasi, perkembangan teknologi informasi, demokratisasi, dan dinamika sosial yang memengaruhi kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebagai bangsa Indonesia dan pelayan public memiliki teknik analisis isu kritikal, seperti teknik tapisan isu dan analisis kesenjangan (gap analysis), untuk mengidentifikasi permasalahan secara objektif dan merumuskan solusi yang tepat. Memiliki wawasan strategis, kemampuan analisis yang objektif, serta sikap bela negara yang tercermin dalam pelaksanaan tugas sebagai aparatur sipil negara yang profesional dan berorientasi pada kepentingan bangsa dan negara.
- Kesiapsiagaan Bela Negara
Dalam Kesiapsiagaan dalam bela negara sebagai bangsa Indonesia memiliki fisik, mental, maupun sosial alam menghadapi situasi kerja yang beragam guna untuk memberikan terbaik terhadap bangsa dan negara. Kesiapsiagaan bela negara dimaknai sebagai kondisi siap siaga warga negara yang dilandasi kecintaan kepada NKRI, kesadaran berbangsa dan bernegara, keyakinan terhadap Pancasila sebagai ideologi negara, serta kerelaan berkorban demi kepentingan bangsa dan negara. Dalam hal ini bela negara tidak diwujudkan melalui fisik, melainkan melalui pengabdian profesional, integritas, disiplin, dan kepatuhan terhadap hukum dalam pelaksanaan tugas pemerintahan. Kemampuan awal bela negara, penyusunan rencana aksi, serta pelaksanaan kegiatan kesiapsiagaan seperti baris-berbaris, tata upacara, keprotokolan, kewaspadaan dini, dan pembangunan kerja sama tim. Selain itu sebagai bangsa Indonesia harus memiliki etika dan moral yang baik, serta semangat nasionalisme dan bela negara. Dalam hal ini kesiapsiagaan dimiliki karena sebagai fondasi dalam membentuk ASN yang profesional, berkarakter, dan mampu menjaga persatuan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Nama : Sherly Seftyningtyas
NIP : 199909032025062015
Kelompok : III Gelombang/Angkatan : I/IX


.


